Memasuki usia 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, bangsa Indonesia patut berhenti sejenak untuk melihat perjalanan panjang yang telah dilalui. Dari sebuah bangsa yang baru merdeka pada 1945, Indonesia kini telah tumbuh menjadi negara besar dengan jumlah penduduk, kekuatan ekonomi, sumber daya alam, serta potensi sumber daya manusia yang semakin diperhitungkan dalam percaturan dunia.
Bagi Pemimpin Redaksi Media PROGIB Nusantara, perjalanan Indonesia dari 1945 hingga 2026 bukan sekadar rangkaian pergantian pemerintahan dan perubahan kebijakan. Lebih dari itu, perjalanan tersebut merupakan perjalanan panjang rakyat Indonesia dalam membangun kehidupan yang semakin sejahtera, mendapatkan pendidikan yang lebih baik, memperoleh akses kesehatan, membangun rumah tangga, menciptakan lapangan pekerjaan, serta menikmati berbagai kemajuan pembangunan.
Namun, kemerdekaan juga membawa tanggung jawab. Sebab, ukuran keberhasilan pembangunan pada akhirnya bukan hanya dilihat dari megahnya gedung, panjangnya jalan, tingginya pertumbuhan ekonomi, atau besarnya investasi. Ukuran yang paling penting adalah seberapa jauh pembangunan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Dari Kemerdekaan Menuju Negara yang Berkembang
Ketika Proklamasi Kemerdekaan dikumandangkan pada 17 Agustus 1945, Indonesia berada dalam kondisi yang sangat jauh berbeda dengan hari ini. Infrastruktur terbatas, pendidikan belum merata, kondisi ekonomi rakyat sangat sulit, dan negara yang baru berdiri harus mempertahankan kemerdekaan sekaligus membangun pemerintahan.
Generasi pendiri bangsa tidak memiliki kemewahan seperti yang dinikmati masyarakat Indonesia saat ini. Mereka berjuang dengan keterbatasan, tetapi memiliki keyakinan bahwa kemerdekaan harus menjadi pintu menuju kehidupan yang lebih baik.
Semangat tersebut kemudian diteruskan oleh berbagai generasi pemerintahan. Indonesia melewati masa revolusi, pembangunan nasional, berbagai krisis ekonomi, perubahan politik, reformasi, hingga memasuki era digital.
Setiap zaman memiliki persoalannya sendiri. Tetapi terdapat satu benang merah yang tidak boleh dilupakan: pembangunan Indonesia harus selalu bermuara pada kepentingan rakyat.
81 Tahun Kemerdekaan: Wajah Indonesia Berubah
Jika membandingkan Indonesia 1945 dengan Indonesia 2026, perubahan yang terjadi sangat besar.
Masyarakat kini hidup dalam dunia yang terhubung oleh internet. Anak-anak di berbagai daerah dapat memperoleh informasi pendidikan melalui perangkat digital. Pelayanan pemerintahan mulai bertransformasi secara elektronik. Perbankan dan transaksi ekonomi dapat dilakukan melalui telepon genggam. Jalan, pelabuhan, bandara, jaringan telekomunikasi dan berbagai infrastruktur terus berkembang.
Di bidang pendidikan, kesempatan memperoleh pendidikan juga semakin luas dibandingkan masa awal kemerdekaan. Demikian pula dengan pelayanan kesehatan dan program perlindungan sosial yang terus dikembangkan pemerintah.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan selama puluhan tahun telah menghasilkan perubahan struktural dalam kehidupan masyarakat.
Akan tetapi, kemajuan tersebut tidak boleh membuat bangsa ini berpuas diri.
Masih terdapat masyarakat yang menghadapi kesulitan ekonomi. Masih ada kesenjangan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Masih ada daerah yang membutuhkan infrastruktur, pendidikan berkualitas, fasilitas kesehatan dan lapangan pekerjaan. Tantangan produktivitas, daya beli, harga kebutuhan pokok, kesempatan kerja dan pemerataan pembangunan juga harus terus mendapatkan perhatian.
Karena itu, Indonesia Maju 2045 tidak boleh hanya menjadi slogan. Ia harus menjadi agenda bersama yang dapat dirasakan manfaatnya sampai ke tingkat keluarga.
Kesejahteraan Rakyat Harus Menjadi Ukuran Utama
Menurut pandangan Pemimpin Redaksi Media PROGIB Nusantara, pembangunan nasional perlu dilihat melalui perspektif sederhana: apakah kehidupan rakyat hari ini lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya?
Pertanyaan tersebut penting karena pembangunan pada akhirnya harus menghasilkan perubahan nyata.
Seorang anak dari keluarga sederhana yang sekarang dapat mengakses pendidikan tinggi merupakan bagian dari keberhasilan pembangunan.
Petani yang memperoleh akses jalan dan pasar yang lebih baik juga merupakan bagian dari keberhasilan pembangunan.
Nelayan yang mendapatkan infrastruktur pelabuhan dan akses teknologi merupakan bagian dari keberhasilan pembangunan.
Pelaku UMKM yang mampu memasarkan produknya hingga ke luar daerah melalui teknologi digital merupakan bagian dari keberhasilan pembangunan.
Pekerja yang memperoleh kesempatan kerja dengan penghasilan yang layak merupakan bagian dari keberhasilan pembangunan.
Demikian pula masyarakat lanjut usia yang memperoleh perlindungan sosial dan pelayanan publik yang lebih baik merupakan bagian dari wajah pembangunan Indonesia.
Dengan demikian, kesejahteraan tidak semata-mata berbicara mengenai angka pertumbuhan ekonomi. Kesejahteraan adalah ketika pertumbuhan ekonomi mampu membuka kesempatan, meningkatkan pendapatan, memperluas pekerjaan, memperbaiki pelayanan publik dan mengurangi kesenjangan.
Dari Indonesia Berkembang Menuju Indonesia Maju
Tantangan berikutnya adalah bagaimana Indonesia memanfaatkan momentum 81 tahun kemerdekaan untuk menuju cita-cita Indonesia Maju 2045.
Indonesia memiliki modal yang besar. Populasi yang besar merupakan pasar sekaligus sumber daya manusia. Kekayaan alam dapat menjadi kekuatan ekonomi apabila dikelola secara berkelanjutan. Posisi geografis Indonesia sangat strategis. Kemajuan teknologi juga membuka peluang yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan oleh generasi 1945.
Namun, modal tersebut hanya akan menjadi kekuatan apabila disertai dengan kualitas manusia, pendidikan, kesehatan, produktivitas, tata kelola pemerintahan yang baik dan keberanian melakukan inovasi.
Indonesia tidak boleh hanya menjadi konsumen teknologi. Indonesia harus mampu menjadi pencipta teknologi.
Indonesia tidak boleh hanya menjual bahan mentah. Indonesia harus mampu meningkatkan nilai tambah melalui industrialisasi dan hilirisasi.
Indonesia tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan. Indonesia harus memastikan pertumbuhan tersebut inklusif dan dirasakan masyarakat luas.
2045 Harus Menjadi Milik Semua Generasi
Indonesia Maju 2045 akan tiba tidak hanya melalui kerja pemerintah. Pemerintah memiliki tanggung jawab besar, tetapi masyarakat, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat, pers dan generasi muda juga memiliki peran masing-masing.
Generasi muda yang saat ini berada di bangku sekolah dan perguruan tinggi akan menjadi penggerak utama Indonesia pada 2045. Karena itu, mereka harus mendapatkan pendidikan yang mampu membangun kemampuan berpikir, kreativitas, karakter, kedisiplinan dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan teknologi.
Pada saat yang sama, generasi yang telah lebih dahulu membangun bangsa juga harus dihargai. Mereka adalah bagian dari sejarah perjalanan Indonesia.
Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang tidak meninggalkan siapa pun.
Desa dan kota harus berkembang bersama. Jawa dan luar Jawa harus mendapatkan kesempatan yang adil. Generasi muda harus memiliki masa depan, sementara generasi lanjut usia harus mendapatkan penghormatan dan perlindungan.
Persatuan Menjadi Modal Terbesar
Dalam perjalanan 81 tahun, Indonesia telah membuktikan bahwa bangsa yang sangat beragam dapat berdiri sebagai satu negara.
Perbedaan suku, agama, bahasa, budaya dan kondisi geografis merupakan kenyataan Indonesia. Tetapi Pancasila dan semangat persatuan menjadi fondasi yang menyatukan seluruh elemen bangsa.
Karena itu, perjalanan menuju Indonesia Maju 2045 harus tetap berada dalam koridor persatuan nasional.
Perbedaan pilihan politik tidak boleh berubah menjadi permusuhan antarsesama anak bangsa. Kritik terhadap pemerintah adalah bagian dari demokrasi, tetapi kritik harus disampaikan dengan data, etika dan tanggung jawab.
Begitu pula pemerintah harus terus membuka ruang dialog, mendengarkan aspirasi masyarakat dan memastikan pembangunan berjalan transparan serta berpihak kepada kepentingan rakyat.
Catatan Media PROGIB Nusantara untuk Masa Depan Indonesia
Dari perspektif jurnalistik, Media PROGIB Nusantara memandang bahwa pers memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya memberitakan persoalan, tetapi juga ikut membangun optimisme publik.
Media harus berani mengkritisi kebijakan yang perlu dikritisi. Namun media juga perlu memberikan ruang terhadap berbagai keberhasilan pembangunan yang objektif dan dapat diverifikasi.
Bangsa yang besar membutuhkan informasi yang sehat.
Masyarakat membutuhkan berita yang tidak hanya membuat mereka marah, tetapi juga memberikan pengetahuan, harapan dan pemahaman mengenai masa depan.
Karena itu, momentum 17 Agustus 2026 harus menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi sekaligus membangun optimisme.
Indonesia sudah berjalan jauh sejak 1945.
Dari negara yang baru merdeka dan penuh keterbatasan, Indonesia kini menjadi negara dengan ekonomi besar, pembangunan infrastruktur yang semakin luas, masyarakat yang semakin terkoneksi secara digital, serta generasi muda yang memiliki peluang besar untuk bersaing secara global.
Tetapi perjalanan belum selesai.
Menuju 2045: Sejahtera, Berdaulat dan Berkeadilan
Indonesia Maju 2045 harus memiliki wajah yang jelas: masyarakat yang lebih sejahtera, pekerjaan yang lebih layak, pendidikan yang berkualitas, pelayanan kesehatan yang semakin baik, ekonomi yang produktif, industri yang kuat, teknologi yang berkembang, serta pembangunan yang merata.
Kemajuan juga harus terasa di rumah-rumah rakyat.
Bukan hanya di pusat kota, tetapi juga di desa-desa.
Bukan hanya di Pulau Jawa, tetapi juga Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.
Inilah pekerjaan besar yang harus diteruskan.
81 tahun Indonesia merdeka adalah bukti bahwa bangsa ini mampu bergerak maju.
Dari 1945 menuju 2026, telah terjadi transformasi besar dalam kehidupan masyarakat. Dari 2026 menuju 2045, tantangannya adalah memastikan transformasi tersebut semakin cepat, semakin merata dan semakin berkualitas.
Pada akhirnya, Indonesia Maju 2045 bukan hanya tentang bagaimana Indonesia terlihat di mata dunia. Lebih penting dari itu, bagaimana rakyat Indonesia merasakan kemajuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Kemerdekaan harus terus diterjemahkan menjadi kesejahteraan. Pembangunan harus terus diterjemahkan menjadi kesempatan. Pertumbuhan ekonomi harus diterjemahkan menjadi pekerjaan dan peningkatan pendapatan. Dan kemajuan negara harus dirasakan oleh seluruh rakyat.
Dari 1945 kita belajar tentang perjuangan.
Dari 2026 kita melihat hasil perjalanan panjang pembangunan.
Dan menuju 2045, tugas generasi sekarang adalah memastikan Indonesia yang diwariskan kepada generasi berikutnya adalah Indonesia yang lebih maju, lebih adil, lebih sejahtera dan tetap bersatu.
Selamat menyongsong 81 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dari Indonesia Merdeka menuju Indonesia Maju 2045.