MEDIA PROGIB NUSANTARA — Kesehatan merupakan hak mendasar masyarakat yang harus didukung oleh fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai, mudah diakses, dan terjangkau. Karena itu, ketersediaan rumah sakit, kapasitas kamar rawat inap, serta akses pembiayaan kesehatan perlu menjadi perhatian serius pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan di Kota Pematangsiantar.
Sebagai Pemimpin Redaksi Media PROGIB Nusantara, saya, Guntur Risboa, memandang bahwa sudah saatnya kebutuhan penambahan rumah sakit swasta di Pematangsiantar dikaji secara serius. Jangan sampai masyarakat yang sedang membutuhkan pertolongan medis justru menghadapi kesulitan mendapatkan kamar rawat inap ketika kondisi kesehatan mereka memerlukan penanganan lebih lanjut.
Ketika Pasien Membutuhkan Perawatan, Ketersediaan Kamar Menjadi Persoalan
Pandangan ini berangkat dari pengalaman saya ketika mengunjungi RS Vita Insani Pematangsiantar dan menanyakan langsung kepada petugas bagian registrasi mengenai pelayanan yang tersedia. Saya juga melihat kondisi ramainya pasien di RS Murni Teguh Horas Insani.
Dalam pengamatan saya, terdapat pasien yang harus bermalam di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) karena belum tersedianya kamar rawat inap. Kondisi tersebut tentu perlu menjadi bahan evaluasi bersama, terutama apabila keterbatasan kamar menyebabkan pasien harus menunggu lebih lama untuk memperoleh ruang perawatan yang sesuai.
Saya memahami bahwa tingginya jumlah pasien dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari pola rujukan, jenis penyakit, ketersediaan tenaga medis, hingga kapasitas tempat tidur. Namun, apa pun penyebabnya, kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang layak tidak boleh diabaikan.
IGD memiliki fungsi utama untuk memberikan penanganan kegawatdaruratan. Oleh sebab itu, apabila pasien harus menunggu ketersediaan kamar dalam waktu lama, kondisi tersebut perlu ditangani melalui pengelolaan kapasitas rumah sakit dan sistem pelayanan yang lebih baik, dengan tetap mengutamakan keselamatan pasien.
Pengalaman Pribadi Menjadi Pengingat Pentingnya Pilihan Pelayanan Kesehatan
Saya sendiri pernah menjalani pelayanan di RS Murni Teguh Pematangsiantar sebagai pasien umum dengan biaya pribadi. Berdasarkan informasi yang saya terima pada saat itu, rumah sakit tersebut tidak menerima pasien peserta BPJS Kesehatan untuk jenis pelayanan yang saya butuhkan.
Pengalaman ini membuat saya semakin menyadari bahwa masyarakat membutuhkan pilihan fasilitas kesehatan yang memadai. Bagi pasien yang mampu membayar secara mandiri, ketersediaan layanan dan kamar menjadi pertimbangan penting. Sementara bagi masyarakat yang mengandalkan BPJS Kesehatan, kejelasan status kerja sama rumah sakit, jenis layanan yang ditanggung, dan prosedur pelayanan juga sangat menentukan.
Pemerintah Perlu Mengkaji Kebutuhan Rumah Sakit Baru
Menurut saya, Pemerintah Kota Pematangsiantar bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dinas kesehatan, BPJS Kesehatan, pengelola rumah sakit, dan pihak swasta perlu duduk bersama untuk mengevaluasi kapasitas pelayanan kesehatan di daerah ini.
Evaluasi tersebut harus dilakukan berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan, antara lain jumlah kunjungan pasien, tingkat keterisian tempat tidur, kebutuhan kamar rawat inap, waktu tunggu pasien, ketersediaan dokter dan perawat, serta kemampuan rumah sakit menangani berbagai jenis penyakit.
Apabila hasil kajian menunjukkan bahwa kapasitas yang tersedia belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, maka penambahan rumah sakit swasta patut dipertimbangkan sebagai salah satu solusi.
Pilihan lainnya adalah memperluas kapasitas rumah sakit yang sudah ada, meningkatkan efisiensi pengelolaan tempat tidur, memperkuat fasilitas kesehatan rujukan, serta meningkatkan koordinasi antarrumah sakit.
Dengan demikian, keputusan pembangunan tidak hanya didasarkan pada perkiraan atau kepentingan investasi, melainkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat Pematangsiantar.
Rumah Sakit Bukan Sekadar Bisnis, tetapi Juga Pelayanan Kemanusiaan
Saya memahami bahwa rumah sakit swasta merupakan badan usaha yang membutuhkan investasi besar, tenaga profesional, peralatan medis, serta biaya operasional yang tidak sedikit. Karena itu, penambahan rumah sakit harus direncanakan secara matang agar dapat beroperasi secara berkelanjutan.
Namun, pelayanan kesehatan juga memiliki dimensi kemanusiaan yang tidak boleh dilupakan. Di balik setiap pasien yang mencari kamar rawat inap, ada keluarga yang berharap orang yang mereka cintai segera memperoleh perawatan terbaik.
Kehadiran rumah sakit baru akan memberikan manfaat apabila diikuti dengan mutu pelayanan yang baik, ketersediaan tenaga medis, transparansi biaya, serta akses yang lebih luas bagi masyarakat dari berbagai latar belakang ekonomi.
Saya juga mendorong agar peluang kerja sama dengan BPJS Kesehatan menjadi bagian dari pembahasan sejak awal, sesuai persyaratan dan ketentuan yang berlaku. Dengan begitu, pengembangan fasilitas kesehatan tidak hanya menambah jumlah gedung, tetapi juga memperluas pilihan pelayanan bagi masyarakat.
Jangan Tunggu Persoalan Semakin Berat
Pematangsiantar merupakan salah satu pusat aktivitas masyarakat di kawasan Sumatera Utara. Kebutuhan pelayanan kesehatan harus diantisipasi melalui perencanaan yang baik, bukan semata-mata menunggu sampai keluhan masyarakat semakin besar.
Saya mengajak pemerintah daerah, pelaku usaha, tenaga kesehatan, dan seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan ketersediaan kamar rawat inap sebagai salah satu indikator penting dalam evaluasi pelayanan kesehatan.
Jika kapasitas rumah sakit terbukti belum mencukupi, mari dorong solusi yang konkret dan terukur. Jika diperlukan rumah sakit baru, buka ruang investasi yang sehat dan bertanggung jawab. Jika persoalannya terletak pada distribusi pasien atau pengelolaan kapasitas, perbaiki sistemnya.
Yang terpenting, jangan biarkan pasien dan keluarganya menghadapi kesulitan yang sebenarnya dapat dikurangi melalui perencanaan, koordinasi, dan kebijakan yang tepat.
Pematangsiantar membutuhkan pelayanan kesehatan yang terus berkembang, kapasitas rumah sakit yang sesuai kebutuhan, serta akses perawatan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat.
Pesan ini saya sampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap pelayanan publik dan kepentingan masyarakat. Harapannya, pemerintah dan seluruh pihak terkait dapat menindaklanjuti persoalan ini melalui evaluasi berbasis data dan langkah nyata demi terwujudnya pelayanan kesehatan yang lebih baik.
Guntur Risboa
Pemimpin Redaksi
Media PROGIB Nusantara