16 Agustus 2026 Pematangsiantar, Simalungun bukan sekedar wilayah yang dilalui kendaraan. Simalungun adalah rumah bagi rakyat, pusat aktivitas pertanian, perdagangan, pendidikan, pelayanan kesehatan, sekaligus salah satu pintu penting menuju kawasan pariwisata Danau Toba.
Karena itu, ketika masih ditemukan ruas jalan yang berlubang dan rusak di sejumlah wilayah, khususnya pada jalur Seribudolok–Tiga Runggu–Raya-Sidamanik-Asahan-Perdagangan-Serbelawan dan wilayah lainnya, persoalan tersebut tidak boleh dianggap sebagai keluhan biasa.
Ini adalah suara rakyat. Dan suara rakyat harus didengar.
Media PROGIB Nusantara tidak ingin membangun narasi untuk menyalahkan pemerintah. Kami justru ingin mendorong pemerintah bergerak lebih cepat, lebih terbuka, dan lebih dekat dengan masyarakat.
Kepada Pemerintah Kabupaten Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih, S.E., M.M, serta Benny Gusman Sinaga, S.T pesan kami sederhana:
Turunlah ke lapangan. Lihat sendiri kondisi jalan yang setiap hari digunakan rakyat.
Jangan hanya melihat laporan di atas meja. Rasakan bagaimana masyarakat melewati jalan yang berlubang, bagaimana petani membawa hasil pertanian, bagaimana kendaraan membawa anak-anak sekolah, bagaimana masyarakat menuju rumah sakit, dan bagaimana pelaku usaha mempertaruhkan waktu serta biaya di tengah kondisi jalan yang belum sepenuhnya baik.
Sebab pembangunan sesungguhnya bukan hanya tentang berapa kilometer jalan yang telah dibangun.
Pembangunan adalah tentang berapa banyak rakyat yang merasakan manfaatnya.
Rakyat tidak membutuhkan perdebatan mengenai siapa yang paling berwenang. Rakyat membutuhkan jalan yang aman untuk dilalui.
Kami percaya pemerintah daerah dan pemerintah provinsi memiliki niat yang sama: membangun Sumatera Utara yang lebih maju.
Karena itu, Media PROGIB Nusantara mendorong agar persoalan jalan rusak tidak berhenti menjadi pemberitaan, tetapi berubah menjadi agenda kerja yang nyata dan terukur.
Jadikan Keluhan Rakyat Sebagai Peta Prioritas Pembangunan
Kami mengajak pemerintah melakukan langkah sederhana namun penting.
Pertama, inventarisasi seluruh ruas jalan yang mengalami kerusakan.
Kedua, tentukan tingkat kerusakan dan tingkat urgensinya.
Ketiga, prioritaskan jalan yang menjadi jalur utama masyarakat, jalur produksi pertanian, jalur pendidikan, jalur pelayanan kesehatan, serta jalur menuju kawasan ekonomi dan pariwisata.
Keempat, sampaikan kepada masyarakat mana ruas yang akan diperbaiki, kapan penanganannya direncanakan, dan instansi mana yang bertanggung jawab.
Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mendengar janji, tetapi dapat melihat peta jalan pembangunan yang jelas.
Kepada Rakyat Simalungun: Jangan Diam, Tetapi Sampaikan Aspirasi Secara Bertanggung Jawab
Media PROGIB Nusantara juga mengajak masyarakat untuk tidak apatis.
Jika menemukan jalan rusak, dokumentasikan. Sampaikan lokasi secara jelas. Laporkan melalui saluran resmi pemerintah. Berikan informasi yang faktual.
Jangan menghina. Jangan memfitnah. Jangan menyebarkan informasi yang belum terbukti. Tetapi jangan pula diam ketika persoalan yang menyangkut kepentingan umum terjadi di depan mata.
Masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan kritik dan aspirasi.
Pemerintah memiliki kewajiban untuk mendengar dan memberikan pelayanan terbaik.
Media memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi secara berimbang dan mendorong penyelesaian masalah.
Tiga kekuatan inilah yang harus berjalan bersama.
Jalan Rusak Bukan Hanya Masalah Aspal
Kita harus memahami bahwa satu lubang di jalan dapat menjadi masalah besar bagi kehidupan masyarakat.
Bagi petani, jalan rusak dapat memperlambat distribusi hasil pertanian.
Bagi pedagang, perjalanan yang lebih lama dapat meningkatkan biaya transportasi.
Bagi pelajar, jalan yang buruk dapat mengganggu akses pendidikan.
Bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan, kondisi jalan dapat menjadi persoalan keselamatan dan waktu.
Bagi wisatawan, jalan yang tidak nyaman dapat memengaruhi pengalaman perjalanan.
Dan bagi investor serta pelaku usaha, kualitas infrastruktur menjadi salah satu pertimbangan penting dalam melihat potensi suatu daerah.
Karena itu, memperbaiki jalan berarti memperbaiki rantai ekonomi masyarakat.
Jangan Hanya Membangun, Tetapi Rawat
Kami memberikan apresiasi terhadap ruas-ruas jalan yang telah diperbaiki dan kini memberikan manfaat kepada masyarakat.
Namun, pekerjaan pemerintah tidak berhenti setelah proyek selesai.
Jalan yang sudah bagus harus dirawat.
Jangan sampai pembangunan yang menggunakan anggaran negara dan uang rakyat kembali rusak karena pemeliharaan yang tidak berjalan dengan baik.
Pembangunan harus berkelanjutan.
Pemerintahan hari ini harus menghargai hasil kerja pemerintahan sebelumnya, dan pemerintahan berikutnya harus melanjutkan hal-hal baik yang telah dilakukan sebelumnya.
Jangan bangun ulang yang sudah baik hanya karena pergantian kepemimpinan. Lebih baik anggaran diarahkan untuk memperbaiki apa yang memang masih menjadi kebutuhan rakyat.
Pesan Kami: Simalungun Harus Dikenal Karena Potensinya, Bukan Karena Jalan Rusaknya
Simalungun memiliki potensi besar.
Pertanian, perkebunan, perdagangan, UMKM, pariwisata, dan konektivitas menuju kawasan Danau Toba merupakan modal besar bagi masa depan daerah.
Maka jangan sampai potensi tersebut tertutup oleh persoalan infrastruktur yang sebenarnya dapat ditangani secara bertahap dengan perencanaan yang baik.
Simalungun harus dikenal karena keindahannya.
Simalungun harus dikenal karena pertaniannya.
Simalungun harus dikenal karena keramahan masyarakatnya.
Simalungun harus dikenal karena kemajuan ekonominya.
Bukan karena jalan rusaknya.
Kepada Pemerintah Kabupaten Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih, S.E., M.M, serta Benny Gusman Sinaga, S.T, dengarkan suara rakyat.
Kepada masyarakat, teruslah menyampaikan aspirasi secara santun, faktual, dan bertanggung jawab.
Dan kepada seluruh pihak, mari kita jadikan persoalan jalan sebagai gerakan bersama untuk memperbaiki Sumatera Utara.
Media PROGIB Nusantara percaya bahwa pemerintah yang kuat bukan pemerintah yang tidak pernah dikritik.
Pemerintah yang kuat adalah pemerintah yang mampu menerima kritik, turun melihat kenyataan, kemudian mengubah keluhan rakyat menjadi tindakan nyata.
Hari ini kita berbicara tentang jalan.
Besok, kita berharap masyarakat berbicara tentang jalan yang sudah diperbaiki.
Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya apa yang tertulis dalam laporan, tetapi apa yang benar-benar dirasakan rakyat ketika mereka keluar dari rumah dan menjalani kehidupan sehari-hari.
Mari kita bangun Simalungun.
Mari kita bangun Sumatera Utara.
Jalan diperbaiki, ekonomi bergerak.
Infrastruktur diperkuat, rakyat sejahtera.
Pemerintah hadir, masyarakat percaya.