Pernyataan mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana, yang kembali menyampaikan pandangannya mengenai Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melalui sebuah video di media sosial 04 Agustus 2026 menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Dalam video tersebut, Denny menyampaikan kritik keras serta pandangannya mengenai posisi Wakil Presiden.
Menanggapi hal tersebut, kalangan pendukung pemerintahan mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat merupakan hak setiap warga negara yang dijamin oleh konstitusi. Namun, penyampaian kritik tetap perlu mengedepankan etika, menghormati martabat setiap individu, serta menghargai hasil demokrasi yang telah ditetapkan melalui mekanisme konstitusional.
PROGIB Nusantara berpandangan bahwa Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah memperoleh mandat rakyat melalui pemilihan umum yang sah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Oleh karena itu, penghormatan terhadap hasil pemilu merupakan bagian penting dari penghormatan terhadap kedaulatan rakyat.
Dalam negara demokrasi, perbedaan pandangan merupakan sesuatu yang wajar. Kritik terhadap pemerintah juga merupakan bagian dari mekanisme checks and balances. Namun, kritik akan lebih membangun apabila disampaikan berdasarkan argumentasi, data, dan gagasan yang berorientasi pada solusi, bukan melalui narasi yang berpotensi memperdalam polarisasi di tengah masyarakat.
Indonesia adalah negara hukum. Apabila terdapat dugaan pelanggaran hukum yang melibatkan pejabat negara, penyelesaiannya telah diatur melalui mekanisme konstitusi dan lembaga-lembaga yang berwenang. Karena itu, setiap persoalan sebaiknya diselesaikan melalui jalur hukum yang berlaku dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah.
Sejumlah tokoh masyarakat juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga stabilitas nasional di tengah berbagai tantangan pembangunan. Menurut mereka, energi bangsa akan lebih bermanfaat apabila difokuskan pada penguatan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas pendidikan, ketahanan pangan, serta percepatan transformasi digital.
PROGIB Nusantara menegaskan bahwa menghormati hasil pemilu bukan berarti menutup ruang kritik. Sebaliknya, demokrasi yang sehat membutuhkan kritik yang objektif, santun, dan bertanggung jawab. Perbedaan pendapat hendaknya menjadi sarana memperkuat demokrasi, bukan memecah persatuan bangsa.
Sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, seluruh elemen masyarakat diharapkan terus menjaga persatuan, menghormati konstitusi, serta memberikan kesempatan kepada pemerintahan yang telah memperoleh mandat rakyat untuk menjalankan tugas dan program kerjanya.
Media PROGIB Nusantara mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menjaga iklim demokrasi yang dewasa, damai, dan bermartabat. Kritik yang konstruktif akan selalu menjadi bagian penting dari demokrasi, namun penghormatan terhadap konstitusi, hasil pemilu, dan persatuan nasional harus tetap menjadi kepentingan bersama demi Indonesia yang maju dan sejahtera.
Oleh : Redaksi Media PROGIB Nusantara