SAMOSIR – Di penghujung masa pengabdiannya sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Samosir, Jonson Gultom menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh kepala sekolah, guru, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan. Pada apel terakhir menjelang purnabakti yang akan dijalaninya pada 31 Juli 2026, ia menegaskan bahwa keberhasilan seorang pemimpin bukan hanya diukur dari jabatan yang disandang, tetapi dari ketulusan hati dalam melayani dan membimbing orang lain.
Dalam wawancara eksklusif bersama Media PROGIB Nusantara, Jonson Gultom mengungkapkan prinsip kepemimpinan yang selama ini menjadi pegangan hidupnya.
“Saya menjadi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Samosir sejak tahun 2022 sampai 2026. Sebelumnya saya juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan pada periode 2019–2022 di Palangkaraya. Bagi saya, prinsip seorang pemimpin adalah memimpin dengan hati dan memimpin dengan ikhlas,” ujar Jonson Gultom.
Menurutnya, seorang pemimpin tidak cukup hanya mampu memberikan perintah atau menjalankan administrasi pemerintahan. Lebih dari itu, seorang pemimpin harus mampu memahami bawahannya, membangun semangat kerja, dan menciptakan suasana yang membuat setiap orang merasa dihargai.
Ia meyakini bahwa ketulusan dalam memimpin menjadi kekuatan utama yang mampu membawa perubahan besar di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Samosir.
“Saya percaya, ketika kita memimpin dengan tulus, hasil yang baik akan mengikuti. Itulah yang kami pegang selama memimpin Dinas Pendidikan Kabupaten Samosir,” katanya.
Jonson Gultom kemudian memaparkan sejumlah capaian yang berhasil diraih selama masa kepemimpinannya. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh keluarga besar Dinas Pendidikan, para pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, serta tenaga kependidikan yang memiliki semangat dan tujuan yang sama dalam memajukan pendidikan.
Salah satu capaian yang paling membanggakan adalah keberhasilan Kabupaten Samosir di hasil Tes Kemampuan Akademik juga menunjukkan prestasi yang membanggakan. Kabupaten Samosir berhasil menempati peringkat ketiga secara nasional, berada di bawah Kota Jakarta dan Kota Yogyakarta, sekaligus menjadi daerah yang mengharumkan nama Provinsi Sumatera Utara di tingkat nasional.
“Sekarang capaian Dinas Pendidikan Kabupaten Samosir semakin meningkat. kemarin kita mendapat peringkat tiga nasional hasil Tes Kemampuan Akademik, Kabupaten Samosir juga meraih peringkat tiga secara nasional. Setelah Kota Jakarta dan Kota Yogyakarta, barulah Kabupaten Samosir mewakili Provinsi Sumatera Utara. Ini merupakan pencapaian yang sangat membanggakan,” ungkapnya.
Bagi Jonson Gultom, prestasi tersebut bukan semata-mata hasil kerja individu, melainkan buah dari budaya kerja yang dibangun dengan rasa saling percaya, kerja sama, dan kepemimpinan yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.
Karena itu, menjelang akhir masa baktinya sebagai Aparatur Sipil Negara, ia berharap nilai tersebut dapat terus diwariskan kepada seluruh kepala sekolah dan tenaga pendidik di Kabupaten Samosir.
“Satu senjata kami dalam memimpin adalah mengajar dan membimbing dari hati. Ketika seorang pemimpin bekerja dengan hati yang tulus, maka semangat itu akan menular kepada guru-guru, dan akhirnya kepada peserta didik. Saya berharap budaya ini tetap dipertahankan dan terus dikembangkan demi kemajuan pendidikan Kabupaten Samosir,” tuturnya.
Pesan tersebut menjadi warisan moral yang ingin ditinggalkan Jonson Gultom setelah puluhan tahun mengabdikan diri sebagai Aparatur Sipil Negara. Baginya, jabatan memiliki batas waktu, tetapi keteladanan, keikhlasan, dan semangat melayani akan selalu dikenang oleh generasi penerus.
Menjelang purnabakti pada 31 Juli 2026, Jonson Gultom meninggalkan pesan sederhana namun sarat makna: pendidikan yang maju lahir dari pemimpin yang mampu memimpin dengan hati, guru yang mengajar dengan kasih, serta seluruh insan pendidikan yang bekerja dengan penuh keikhlasan demi masa depan anak-anak bangsa.