MEDAN — Peredaran narkoba bukan lagi persoalan yang bisa diserahkan hanya kepada aparat penegak hukum. Ancaman narkotika telah menjadi persoalan sosial yang membutuhkan keberanian dan kepedulian seluruh elemen masyarakat.
Atas dasar itulah, PROGIB bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara tengah mempersiapkan langkah konkret melalui rencana penandatanganan MoU pada 25 September 2026.
Rencana kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan Ketua Umum PROGIB Dimpos Simamora, S.E., S.H., bersama Dr. Tuangkus Harianja, M.M., dengan Kepala BNNP Sumatera Utara Brigjen Pol Tatan Nugroho, S.I.K., S.H., M.H., pada 31 Juli 2026.
Pertemuan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa perang melawan narkoba membutuhkan gerakan bersama dari tingkat pusat hingga masyarakat di akar rumput.
“Jangan sampai kita baru bergerak setelah anak-anak kita menjadi korban. Pencegahan harus dilakukan sekarang. Kita harus berani melawan narkoba bersama-sama,” tegas Dimpos Simamora kepada Pemimpin Redaksi Media PROGIB Nusantara.
BUKAN SEKADAR MoU, TAPI GERAKAN BERSAMA
Dimpos menegaskan, rencana MoU dengan BNNP Sumatera Utara bukan sekadar seremoni administratif.
Menurutnya, kerja sama tersebut harus diterjemahkan menjadi gerakan nyata yang dapat dirasakan masyarakat.
PROGIB siap mendorong jajaran pengurusnya di berbagai kabupaten dan kota untuk ikut membangun kesadaran masyarakat mengenai bahaya narkoba, terutama di kalangan pemuda.
“Kami tidak ingin MoU hanya menjadi dokumen. Kami ingin ada kerja nyata. Ada edukasi, ada pencegahan, ada kepedulian masyarakat, dan ada keberanian untuk melaporkan informasi kepada pihak yang berwenang,” ujar Dimpos.
DIMPOS: JANGAN STIGMATISASI DAERAH, LAWAN PEREDARANNYA
Dimpos juga menyoroti sejumlah wilayah di Sumatera Utara yang kerap menjadi perhatian publik terkait persoalan narkoba, seperti Labuhanbatu, Tanah Karo, Padangsidimpuan, Asahan dan Medan.
Namun ia mengingatkan, persoalan tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk memberikan stigma kepada masyarakat di wilayah tersebut.
“Yang kita lawan bukan masyarakatnya dan bukan daerahnya. Yang kita lawan adalah narkoba, jaringan peredarannya, penyalahgunaannya, dan segala aktivitas yang menghancurkan masa depan generasi muda,” tegasnya.
Menurut Dimpos, masyarakat di setiap daerah justru harus dijadikan kekuatan utama dalam upaya pencegahan.
GENERASI MUDA JANGAN DIKORBANKAN
Bagi PROGIB, persoalan narkoba memiliki dampak langsung terhadap masa depan bangsa.
Pemuda yang seharusnya menjadi kekuatan pembangunan justru berisiko kehilangan masa depan apabila terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.
Karena itu, Dimpos mengajak orang tua, guru, tokoh masyarakat, organisasi pemuda, serta seluruh masyarakat Sumatera Utara untuk tidak menutup mata.
“Kalau kita melihat ada persoalan narkoba di lingkungan kita, jangan diam. Jangan pula main hakim sendiri. Sampaikan informasi melalui jalur yang benar kepada aparat yang berwenang. Kepedulian masyarakat bisa menjadi benteng pertama untuk menyelamatkan generasi muda,” katanya.
PROGIB SIAP BERDIRI DI GARDA TERDEPAN PENCEGAHAN
Dimpos Simamora menyampaikan apresiasi kepada Kepala BNNP Sumatera Utara atas keterbukaan untuk membangun kolaborasi bersama PROGIB.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat menjadi kekuatan tambahan bagi program pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di Sumatera Utara.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Brigjen Pol Tatar Nugroho yang telah memberikan kesempatan kepada PROGIB untuk ikut memperkuat sinergi melawan narkoba. Kami siap mendukung program BNNP Sumatera Utara sesuai peran dan kapasitas kami,” ungkapnya.
25 SEPTEMBER: SUMATERA UTARA HARUS BERANI BERSIKAP
Penandatanganan MoU yang akan direncanakan pada 25 September 2026 diharapkan bukan hanya menjadi agenda dua lembaga atau organisasi.
Momentum tersebut diharapkan menjadi pesan kepada seluruh masyarakat Sumatera Utara bahwa perang terhadap narkoba harus menjadi gerakan bersama.
PROGIB menyerukan:
JANGAN BIARKAN NARKOBA MENCURI MASA DEPAN ANAK-ANAK SUMATERA UTARA.
JANGAN DIAM. JANGAN APATIS. JANGAN MAIN HAKIM SENDIRI.
PEDULI, CEGAH, EDUKASI, DAN LAPORKAN MELALUI JALUR YANG BENAR.
Dimpos Simamora menegaskan bahwa membangun Indonesia Maju 2045 tidak cukup hanya dengan pembangunan infrastruktur dan ekonomi.
Bangsa yang maju membutuhkan generasi muda yang sehat, produktif, berkarakter dan bebas dari narkoba.
“Indonesia Maju 2045 harus dimulai dari hari ini. Menyelamatkan satu anak muda dari narkoba berarti menyelamatkan masa depan Indonesia,” pungkas Dimpos Simamora.