MEDAN – Perang melawan penyalahgunaan narkotika tidak dapat dimenangkan oleh satu lembaga semata. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, aparat penegak hukum, organisasi kemasyarakatan, dunia pendidikan, tokoh agama, media, serta seluruh elemen masyarakat. Berangkat dari semangat tersebut, Ketua Umum PROGIB, Dimpos Simamora, SE, SH, didampingi Dr. Tuangkus Harianja, M.M., M.H., melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus audiensi dengan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara, Brigjen Pol Tatar Nugroho, S.I.K., S.H., M.H., di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan semangat kebangsaan tersebut menjadi momentum penting dalam membangun sinergi strategis antara PROGIB dan BNNP Sumatera Utara. Kedua pihak memiliki kesamaan pandangan bahwa ancaman narkotika merupakan persoalan serius yang harus dihadapi secara bersama-sama melalui langkah-langkah preventif, edukatif, dan partisipatif.
Dalam audiensi tersebut, Ketua Umum PROGIB memaparkan visi, misi, serta arah kebijakan organisasi yang selama ini berfokus pada penguatan persatuan nasional, pemberdayaan masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta dukungan terhadap program-program strategis pemerintah demi terwujudnya Indonesia yang maju, aman, dan sejahtera.
Menurut Dimpos Simamora, tantangan bangsa saat ini bukan hanya berkaitan dengan pembangunan ekonomi dan kemajuan teknologi, tetapi juga bagaimana menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkotika yang dapat menghancurkan masa depan individu, keluarga, bahkan ketahanan nasional.
“PROGIB meyakini bahwa perang melawan narkoba adalah tanggung jawab bersama. Organisasi kemasyarakatan memiliki kewajiban moral untuk hadir di tengah masyarakat, memberikan edukasi, membangun kesadaran, serta menggerakkan partisipasi publik agar generasi muda tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika maupun barang-barang terlarang lainnya. Kami siap menjadi mitra strategis BNN dalam menjalankan misi mulia ini,” ujar Dimpos Simamora.
Ia menegaskan bahwa PROGIB memiliki jaringan kepengurusan dan kader di berbagai daerah yang dapat menjadi kekuatan sosial dalam menyampaikan pesan-pesan pencegahan penyalahgunaan narkoba secara berkelanjutan. Melalui pendekatan yang humanis dan edukatif, masyarakat diharapkan semakin memahami bahaya narkotika serta memiliki keberanian untuk menolak segala bentuk peredaran gelap narkoba di lingkungannya.
Selain memperkenalkan program kerja organisasi, pertemuan tersebut juga membahas rencana penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) antara PROGIB dan BNN sebagai dasar pelaksanaan berbagai program bersama. Kerja sama tersebut diharapkan mencakup kegiatan sosialisasi, seminar, penyuluhan, kampanye publik, pendidikan anti-narkoba, pelatihan relawan, hingga penguatan ketahanan keluarga dan masyarakat sebagai benteng utama pencegahan penyalahgunaan narkotika.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BNNP Sumatera Utara, Brigjen Pol Tatar Nugroho, S.I.K., S.H., M.H., menyambut baik inisiatif yang disampaikan PROGIB. Ia menilai keterlibatan organisasi kemasyarakatan merupakan bagian penting dari strategi nasional dalam memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat.
“Keberhasilan pencegahan penyalahgunaan narkotika sangat ditentukan oleh partisipasi seluruh komponen bangsa. BNN tidak dapat bekerja sendiri. Sinergi dengan organisasi kemasyarakatan seperti PROGIB akan memperkuat upaya edukasi, sosialisasi, dan pemberdayaan masyarakat sehingga pesan-pesan pencegahan dapat menjangkau lebih banyak kalangan,” ungkap Brigjen Pol Tatar Nugroho.
Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya hidup sehat, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkuat ketahanan keluarga sebagai langkah preventif dalam melindungi generasi muda dari pengaruh narkoba. Menurutnya, setiap elemen masyarakat memiliki peran strategis untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi forum silaturahmi kelembagaan, tetapi juga menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam mewujudkan program-program nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Dengan adanya MoU yang tengah dipersiapkan, diharapkan berbagai kegiatan kolaboratif dapat segera dilaksanakan di berbagai wilayah, khususnya di Sumatera Utara, sebelum diperluas ke tingkat nasional.
Bagi PROGIB, kerja sama ini merupakan implementasi nyata dari semangat organisasi dalam mendukung kebijakan pemerintah, memperkuat persatuan bangsa, serta meningkatkan kepedulian sosial melalui gerakan yang berdampak langsung kepada masyarakat. Pencegahan penyalahgunaan narkotika dipandang bukan sekadar agenda penegakan hukum, melainkan bagian dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Di sisi lain, BNNP Sumatera Utara terus mendorong pendekatan kolaboratif dengan berbagai pemangku kepentingan. Pendekatan tersebut diyakini mampu memperkuat efektivitas program pencegahan, karena masyarakat tidak hanya menjadi objek sosialisasi, tetapi juga berperan sebagai mitra aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari narkoba.
Kolaborasi antara PROGIB dan BNNP Sumatera Utara diharapkan mampu melahirkan gerakan sosial yang masif, berkelanjutan, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Edukasi sejak dini kepada pelajar dan mahasiswa, pembinaan komunitas pemuda, penguatan peran keluarga, serta pemanfaatan media massa dan media digital menjadi bagian penting dari strategi yang akan dikembangkan bersama.
REDAKSI MEDIA PROGIB NUSANTARA memandang langkah sinergis ini sebagai contoh positif bagaimana organisasi kemasyarakatan dan lembaga negara dapat berjalan berdampingan dalam menghadapi tantangan kebangsaan. Di tengah semakin kompleksnya ancaman penyalahgunaan narkotika, kolaborasi lintas sektor menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda.
Semangat “Bersatu Melawan Narkoba” bukan sekadar slogan, melainkan panggilan moral bagi seluruh anak bangsa untuk menjaga masa depan Indonesia. Generasi yang sehat, produktif, berintegritas, dan bebas dari narkotika merupakan modal utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju, berdaya saing, dan sejahtera.
Dengan terbangunnya sinergi antara PROGIB dan BNNP Sumatera Utara, diharapkan lahir berbagai program konkret yang mampu meningkatkan kesadaran masyarakat, memperkuat budaya pencegahan, serta menggerakkan partisipasi publik dalam memutus mata rantai penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa ketika pemerintah, organisasi kemasyarakatan, media, dan masyarakat bersatu, harapan untuk mewujudkan Indonesia yang bebas dari narkoba akan semakin nyata.